Rabu, 10 Februari 2010

FIRE ALARM BENGKEL INSTALASI JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Tujuan dari Pembuatan Proyek Akhir berjudul “Fire Alarm Bengkel Instalasi Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta” adalah untuk mencegah kebakaran sedini mungkin di bengkel Instalasi dan sebagai sarana Pembelajaran bagi mahasiswa.
Metode yang digunakan dalam Proyek Akhir ini adalah Project Work, yaitu merencanakan, mengindentifikasi, membuat atau memasang suatu alat pada suatu instansi atau gedung. Pemasangan Fire Alarm di bengkel instalasi ini terdiri dari Gambar kerja berupa gambar denah ruangan, gambar pemasangan Fire Alarm di bengkel instalasi, dan gambar Wiring Sistem Fire Alarm. Menentukan alat dan bahan (komponen-komponen yang dibutuhkan), Jadwal Pelaksanaan. Bahan-bahan yang digunakan pada pemasangan Fire Alarm ini meliputi 1) MCFA (Main Control Fire Alarm) yang berfungsi untuk mengontrol bekerjanya sistem, menerima dan menunjukkan adanya isyarat kebakaran, mengaktifkan alarm kebakaran yang selanjutnya ke fasilitas lain terkait 2)ROR Heat Detector (Rate Of Rise) berfungsi untuk mendeteksi Panas api tanpa harus terbakar langsung. Di dalam sensornya ada lempengan bimetal yang akan kontak bila sensor ini dikenai perubahan suhu yang cukup signifikan (perubahan suhu 400 celcius) 3)Fixed Heat Detector Fungsi dari Detector ini sama dengan ROR Heat Detector (Rate Of Rise) yang membedakanya hanyalah type ini baru akan mengirim kontak alarm bila suhu sudah mencapai 600 C. 4)Smoke Detector akan aktif bila ada asap yang berlebihan pada sebuah ruangan dan berfungsi memberikan sinyal kebakaran berupa nyala lampu 5)Bell berfungsi sebagai penerima sinyal dari Detector akan adanya kebakaran. 6) Push Button atau tombol tekan yang berfungsi mengaktifkan bell dan lampu secara manual bila terjadi kebakaran. Data diperoleh dari hasil pengamatan dan Test Comissioning yaitu instalasi Fire Alarm dialiri sumber terlebih dahulu selanjutnya ROR Heat Detector, Fixed Heat Detector dan smoke Detector diberi panas menggunakan Hairdrayer dan asap menggunakan asap rokok dengan jarak 5 cm. alat yang digunakan dalam pengambilan data berupa Hairdrayer, Animometer dan Stopwatch.
Dari hasil pengujian, Instalasi Fire Alarm ini dapat bekerja dengan baik yaitu mampu mendeteksi panas dan asap pada temperature 35 0C dengan jarak 5 m. Alat ini juga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar